04/11/11

keluarga dan fungsi nya dalam kehidupan manusia


Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.
Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga.
Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi.
Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk suatu rumah tangga (household).

Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang  yang berinteraksi dan saling berkomunikasi. Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.

MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA
Masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusiayang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
Sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :
Masyarakat sederhana.
pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin
Masyarakat Maju
tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Terdiri dari Masyarakat non industri dan Masyarakat Industri.


Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.
Sekarang keragaman pemuda Indonesia dilihat dari kesempatan pendidikannya serta dihubungkan dengan keragaman penduduk dalam suatu wilayah.


Pemuda Indonesia
Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut
Masa bayi                     : 0 – 1 tahun
Masa anak                    : 1 – 12 tahun
Masa Puber                   : 12 – 15 tahun
Masa Pemuda               : 15 – 21 tahun
Masa dewasa                : 21 tahun keatas

Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun.
Pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai  atu pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial.
Pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal, mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat .

Sosialisasi Pemuda
Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk.
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan.
Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang
merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya
sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.
Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, juga membentuk kedirian yang ideal.
Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya.

INTERNALISASI, BELAJAR DAN SPESIALISASI
Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial.
Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut.
Belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku.
Spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.

studi kasus :

Perkembangan Remaja menuju proses pendewasaan dipengaruhi oleh berbagai fakor yang perlu diketahui dan dijaga tentunya. Lingkungan adalah salah satu faktor yang mempunyai andil cukup besar dalam pengaruhnya terhadap pertumbuhan Remaja. Jadi bisa dikatakan bahwa lingkungan punya peran dalam lolos atau tidaknya Remaja menuju tahap dewasa. Maksud kata "Lolos" di sini berarti mereka dapat menjalani masa remajanya tanpa terkena dampak negatif era globalisasi, sebut saja narkoba, dan masih banyak lagi teman dari barang haram(barang setan) itu. Kondisi ini jelas memerlukan perhatian yang serius dari masyarakat dan pakar pendidikan agar pembangunan pendidikan menjadi suatu yang komprehensif dan terbadu dalam konteks sosial budaya masyarakat dimana pendidikan itu terjadi. Dalam hubungan ini, upaya penguatan pendidikan di keluarga menjadi suatu yang penting bila mengingat kondisi pendidikan sekarang ini dimana perhatian pakar pendidikan dan pemerintah kurang terhadap lingkungan pandidikan ini, sehingga cenderung dibiarkan berjalan secara alamiah. Bila hal ini terjadi, maka tujuan pendidikan sebagaimana yang menjadi komitmen bangsa akan sulit untuk dicapai, untuk itu diperlukan cara-cara melaksanakan penguatan keluarga dalam bidang pendidikan yang dapat meningkatkan kapabilitas keluarga/orang tua dalam berperan sebagai pendidik.

Lingkungan hidup remaja tidak hanya di rumah atau sekelilingnya saja, namun sekolah, tempat kursus, dan tempat bermainnya pun juga tidak kalah penting untuk diwaspadai. Oleh karena itu ikut campur orangtua untuk memilih lingkungan putra-putrinya juga perlu dipertimbangkan, sebab jika masa remaja
 sering mengalami kegagalan, saat dewasa kegagalan itu nanti akan dibawanya. Dalam hal ini menurut kami lingkungan keluargalah yang merupakan lingkungan terpenting yang mempengaruhi perkembangan remaja.Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang di dalamnya terjadi suatu interaksi yang akan membawa pada perubahan-perubahan tertentu sesuai dengan nilai-nilai budaya yang melingkupinya, dalam interaksi tersebut terdapat orang dewasa (orang tua) dan orang yang sedang berproses ke arah kedewasaan. Dalam interaksi tersebut terdapat fihak yang dominan dan cenderung mendominasi dalam membentuk interaksi serta substansi interaksi, seperti nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki dan menjadi sikap fihak yang belum dewasa, yaitu anak-anak dalam keluarga tersebut.

Lingkungan yang ada terutama di lingkungan pendidikan yang terjadi dalam keluarga merupakan fondasi utama bagi perkembangan si remaja yang selanjutnya, interaksi orang tua dengan Si remaja bisa berbentuk verbal dalam bentuk suatu keharusan untuk menjadi sikap/perilaku Si remaja, ataupun berbentuk tindakan orang tua yang ditangkap dipersepsi anak sebagai sesuatu tindakan bermakna dalam konteks kehidupan keluarga, perkataan dan atau perbuatan/tindakan dan prilaku orang tua merupakan sesuatu yang dapat mempengaruhi sikap anak dengan intensitas yang berbeda-beda. Nilai-nilai dan sikap orang tua jelas mengacu pada pemahaman akan nilai-nilai moral dan budaya. Kondisi tersebut bisa merupakan suatu yang disadari dan terencana dalam benak orang tua maupun sebagai kondisi yang rutin tanpa kesadaran dan rencana, dan kondisi yang kedua ini justru merupakan kondisi yang sebagian terjadi dalam keluarga.

Oleh karena itu dapat kami simpulkan Dalam proses tumbuh kembangnya Remaja lingkungan yang paling berpengaruh adalah lingkungan keluarga, Karena upaya memperkuat kapabilitas keluarga dalam proses pengaruh mempengaruhi keluargamengandung arti perlunya peningkatan dalam melaksanakan peran dalam keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar